Salvo itu..
Terdengar lagi sekarang…
Lebih dari sekali..
Akan kah terdengar lagi..
Hampir 30 thn yang lalu..
Pertama kali kudengar..
Di depan peti mati kakekku..
Suaranya nyaris sama…
Suaranya memecah kesunyian.
Kenapa senjata itu diarahkan ke atas.
Baiknya tepat didadaku..
Agar aku ikut mati.
Ikut …
Peluru kosong rupanya.
Selongsong nya jatuh ke tanah.
Seiring air mata jatuh..
Semua terdiam.
Semua terpaku…
Merah putih terlipat.
Turun ke tanah.
Ke pangkuan Ibu Pertiwi
Ke pangkuan Sang Pencipta
Hari ini
Di Seluruh nusantara terdengar lagi.
Sebagai penghormatan.
Aku tidak suka suaranya.
Haruskah mereka mati.
Arahkan senjata itu ke nurani.
Arahkan suaranya ke hati.
Haruskah berulang kali.
Batam, 21/05/09
Minggu, 26 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar